Senin, 16 November 2015

Tugas Tafsir MK Tafsir dan Ilmu Tafsir Mahasiswa Ilmu Jurnalistik Semester 1



Tugas Tafsir MK Tafsir dan Ilmu Tafsir
Mahasiswa Ilmu Jurnalistik Semester 1
Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi
Dosen Pengampu : Ust H Hasbullah Ahmad 081366174429
Sistematika Penulisan :

  1. Menuliskan Ayat al-Qur’an yang di Tafsirkan
  2. Menampilkan Kosa Kata atau Mufradat
  3. Menafsirkan ayat yang ditentukan dengan melihat pendapat para Penafsir al-Qur’an (paling sedikit 5 (Lima) pendapat penafsir  al-Qur’an)
  4. Kajian Pendapat penulis makalah tentang ayat yang ditafsirkan
  5. Kesimpulan.
  6. SELAMAT BERTUGAS… diberi waktu 2 kali pertemuan untuk membuat makalah Tafsir.
No
Nama
Kajian Tafsir
1
Kurniawan
Harta Berfungsi Sosial QS Ali Imran 180 dan QS al-Nahl 71
2
Lina
Berlaku Adil serta Taat Pada Allah dan Rasul QS an-Nisa 58-59
3
Marina
Hidup Bahagia dan Harmonis dalam Keluarga QS an-Nisa 1 dan Ar-Rum 21
4
Miftah
Etika Sesama Muslim QS al-Hujurat 10-12
5
Azlan
Taqwa Solusi Hidup QS At-Thalaq 2-3 dan al-Hujurat 13
6
Nita
Air Sumber Kehidupan QS al-Anbiya 30 dan al-Baqarah 22
7
Nova
Proses Penciptaan Manusia QS al-Hajj 5
8
Novi
Makna Haid dan Etika Bersenggama QS al-Baqarah 222-223
9
Dayat
Poligami dan Hakikat Nikah QS An-Nisa 3 dan QS An-Nur 32
10
Gusdar
Alam untuk Manusia  QS al-Baqarah 29 dan QS an-Nahl  14
11
Ratih
Bekerja dengan Halal dan Baik QS al-Baqarah 168 dan QS al-Baqarah 172
12
Rudi
Bahaya Riba QS al-Baqarah 275 -276
13
Rogi
Menakar Timbangan dengan Benar QS al-Isra’ 35 dan al-Muthafifin 1-5
14
Sunar
Eskatologi (Gambaran Akhirat) QS Luqman 34 dan QS al-Waqi’ah 1-7
15
Wiwik
Berlaku Adil dan Amanah QS an-Nahl 90 dan QS An-Nisa 58
16
Yahya
Etika Bertamu ke Rumah Saudara QS An-Nur 27-29
17
Yuda
Menjaga Pandangan dan Kehormatan QS an-Nur 30-31
18
Indri
Lemah Lembut dalam memimpin QS ali ‘Imran 159 dan QS As-Syura 38
19
Kuswanto
Makanan Halal dan Bergizi QS al-Baqarah 168 dan QS al-Baqarah 173


                                                                          Jakarta, 16 November 2015
                                                                          Dosen Pengampu

                                                                          Ust H Hasbullah Ahmad

 

Senin, 21 September 2015

KHUTBAH IDUL ADHA 1436 H/2015 MASJID AGUNG AL-FALAH JAMBI UST H HASBULLAH AHMAD

روح البذل و التضحية والمجاهدة
(Spirit Berbagi, Berkorban dan Berjuang)
KHUTBAH IDUL ADHA
MASJID AGUNG AL-FALAH PROVINSI JAMBI 
10 ZULHIJJAH 1436 H/24 SEPTEMBER 2015
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اللهُ أكْبَرُ × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، 
لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.
الحَمْدُ لله الَّذِي أرْشَدَ الخَلْقَ إلى أكْملِ الاَدَابِ، وَفتَحَ لَهُمْ مِنْ خَزاَئِنِ رَحْمَتِهِ وَجُوْدِهِ كُلَّ باَبٍ، أنَارَ بَصَائِرَ المُؤْمِنِيْنَ فَأَدْرَكُوْا الحَقَائِقَ وَطَلَبُوْا الثَّوابِ، وَأعْمَى بَصَائرَ المُعْرِضِيْنَ عَنْ طاَعَتِهِ فَصَارَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ نُوْرِهِ حِجَابٌ، هُدَى أُوْلَئِكَ بِفَضْلِهِ وَرَحْمَتِهِ وَأَضَلَّ الآخَرِيْنَ بِعَدْلِهِ وَحِكْمَتِهِ، إِنَّ فيِ ذَلِكَ لَذِكْرَى لِأُوْلىِ الألبَابِ، وأشْهدُ أنْ لا إِله إِلاَّ الله وحده لا شريكَ له، له المَلِكُ الْعَزيزُ الوَهَّاب، وأشْهدُ أنَّ محمداً عبدُه ورسولهُ المبعوثُ بأجَلِّ العباداتِ وأَكمَلِ الآدابِ، صلَّى الله عليه وعلى جميع الالِ والأصْحَابِ، وعلى التابعين لَهم بإحْسَانٍ إلى يومَ المَآب أما بعد، أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ
الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحمد
Jama’ah Idul Adha saudaraku yang dimuliakan Allah
Pada pagi yang berbahagia ini, kita bertakbir menyebut Asma Allah. Takbir mengagungkan Asma’ Allah dengan membuang sifat kesombongan yang melekat pada diri kita. Takbir yang mengingatkan kita kembali untuk meneladani perjuangan dan ketabahan nabi Ibrahim yang telah diabadikan dalam Al-Qur’an. Sejarah rasul yang berjuluk kekasih Allah (خَلِيْلُ الله) dan juga Bapaknya Para Nabi (أبو الأنبياء) ini, ditulis dengan tinta emas di dalam buku-buku sejarah. Sikap tabah dan teguhnya dalam menjalankan perintah Allah, telah menjadikan nabi Ibrahim sebagai panutan umat sepanjang zaman.Pernyataan adanya keteladanan Nabiyullah Ibrahim ini diabadikan oleh Allah dalam firman-Nya,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
 “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ (QS. Al-Mumtahanah : 4) Sementara, tentang keharuman namanya sepanjang zaman, pun Allah telah menuturkan dalam firman-Nya,
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي اْلأَخِرِينَ
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. “ (QS. As-Shofat : 108)

الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحمد
Hadirin jamaah Idul Adha Saudaraku rahimakumullah
Keteladanan yang dapat kita peroleh dari Nabi Ibrahim adalah keteguhan beliau dalam memegang prinsip, khususnya prinsip tauhid. Dalam menghadapi tantangan seberat apapun, termasuk saat dia berhadapan dengan ayahandanya sendiri yang syirik, beliau sangat teguh. Kita perhatikan firman Allah dalam Q.S. at-Taubah: 114 berikut:
وَمَاكَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأَبِيهِ إِلاَّ عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ للهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأَوَّاهٌ حَلِيمٌ
“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”

Dari ayat itu pula kita dapat informasi bahwa Nabi Ibrahim juga seorang yang lembut dan penyantun. Sikap keras dalam memegang prinsip tauhid, tidak lantas membuat sikap terhadap sesama manusia menjadi sedemian keras dan kaku. Hubungan baik dengan sesama manusia tetap dijaga, karena pada hakekatnya seorang nabi, dan mungkin juga seorang ustadz atau pemimpin ummat saat ini adalah pelayan masyarakat yang harus punya sikap lemah lembut.

الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحمد
Hadirin jamaah Idul Adha Saudaraku rahimakumullah
Keteladanan lain dari Nabi Ibrahim adalah pejuang sejati yang tidak mempunyai rasa putus asa jika menghadapi tantangan yang berat. Kegigihan dalam perjuangan ini perlu ditiru mengingat tantangan dakwah Islam akhir-akhir ini juga menghadapi tantangan jaman yang kian berat. dalam Qur’an Surah al-Anbiya: ayat 51 sampai 69 menyuguhkan kisah keteguhan Nabi Ibrahim bahkan saat berhadapan dengan kekuasaan sekalipun. Nabi Ibrahim berprinsip, bahwa kebenaran adalah kebenaran yang tidak bisa ditawar-tawar. Hal ini tentu berbeda dengan kebanyakan para pemimpin ummat kita sekarang yang mudah menjual kebenaran untuk ditukar dengan kekuasaan dan uang. Karena keteguhan Nabi Ibrahim ini, kemudian Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari hukuman api yang membakar, seperti tergambar dalam Q.S. al-Anbiyah: 69
قُلْنَا يَانَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلاَمًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ
“Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”

SubhanaLLAH Jama’ah Idul Adha RahimakumuLLAH.
Puncak keteladanan Nabi Ibrahim adalah kerelaan beliau mengorbankan apa saja untuk Allah SWT. Termasuk harus mengorbankan sang putra tercinta Nabi Ismail AS. Allah SWT menggambarkan pengorbanan  Nabi Ibrahim itu dalam sebuah dialog antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail yang terekam dalam Q.S. ash-Shaffat: 102:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Walaupun kemudian di saat Nabi Ibrahim sudah bersiap hendak menyembelih Nabi Ismail, Allah SWT menggantinya dengan seekor hewan sembelihan, seperti diinformasikan dalam Q.S. ash-Shaffat: 107:
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”
Hanya ketaqwaan yang akan sampai kepada Allah. Taqwa merupakan puncak pengorbanan seorang hamba kepada Sang Khaliq, karena taqwa menghendaki kepasrahan total (islam) dan amal nyata yang kongkret (total actions) dalam realitas sehari-hari.

الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحمد
Jamaah Idul Adha Saudaraku yang dirahmati Allah.
Dalam konteks sekarang ini, pengorbanan Nabi Ibrahim tersebut harus tetap kita apresiasikan. Dalam berbagai macam cara seperti menunaikan haji bagi yang mampu serta berkurban hewan ternak bagi umat Islam yang memiliki cukup kelebihan harta untuk melaksanakannya. Berkurban tidak sekedar mengalirkan darah binatang ternak, tdk hanya memotong hewan kurban, namun lebih dari itu, berkurban berarti ketundukan total terhadap semua perintah Allah swt & sikap menghindar dari hal-hal yang dilarang-Nya. Berkurban adalah berarti wujud ketaatan dan peribadatan seseorang, dan karenanya seluruh sisi kehidupan seseorang bisa menjadi manifestasi sikap berkurban.
Berkurban juga berarti upaya menyembelih hawa nafsu dan memotong kemauan syahwat yang selalu menyuruh kepada kemungkaran dan kejahatan. Seandainya sikap menyembelih hawa nafsu ini dimiliki oleh umat Islam, subhanallah, umat Islam akan maju dalam segalanya. Betapa tidak, bagi yang berprofesi sebagai guru, ia berkurban dengan ilmunya. Pengusaha ia berkurban dengan bisnisnya yang fair dan halal. Politisi ia berkurban demi kemaslahatan umum dan bukan kelompoknya. Pemimpin ia berkurban untuk kemajuan rakyat dan bangsanya bukan untuk pribadinya dan begitu seterusnya.
Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim perlu kita kobarkan kembali. Sebuah semangat mengorbankan ego untuk mengedepankan loyalitas keummatan. Kita gambarkan semangat pengorbanan itu dengan menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha ini, sebagai simbol kecintaan kita kepada millah Ibrahim yang hanif. Hanya saja yang perlu kita ingat, bahwa menyembelih hewan kurban bukanlah pengorbanan yang sesungguhnya yang dikehendaki Allah. Dengan semangat ini, bentuk-bentuk kejahatan akan bisa diminimalisir bahkan dihilangkan di bumi pertiwi ini. Ini tercermin dalam firman-Nya Q.S al-Hajj: 37
لَن يَنَالَ اللهَ لُحُومُهَا وَلاَدِمَآؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”.

الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحمد
Jamaah Idul Adha saudaraku yang dirahmati Allah.
Sebuah Kisah Inspiratif, yang bisa menyentuh hati kita... seorang tukang ojek berpenghasilan pas-pasan rela berkorban dengan kambing Otawa yang terbaik disetiap tahunnya, ketika ditanyakan perihal itu, dengan haru dia menjawab ”Untung Allah SWT hanya menyuruh saya mengorbankan kambing, saya tidak sekuat nabi Ibrahim yang rela mengurbankan anaknya untuk Allah SWT, dan saya tidak kuat kalau anak saya yang dikurbankan” SubhanaLLAH, dan dengan berbagi melalui Ibadah Qurban juga akan memberikan kegembiraan, kebahagiaan dan kesenangan bagi saudara-saudara kita yang tidak mampu, Rasanya miris hati kita ketika saudara kita sesama muslim tertimpa musibah, banyak diantara mereka kehilangan orang tercinta dan harta-harta mereka. seperti mirisnya hati kita ketika melihat fenomena dua anak yang berbeda latar belakang, yang satu anak yang kaya lengkap dengan berbagai kemewahan, ketika hari raya tiba mereka dengan semangat menyampaikan kepada kedua orang tua mereka ”Pa... Adek mau makan daging”, si ayahpun dengan tegas menjawab ”nanti ayah belikan daging yang paling okay” terus kembali lagi meminta kepada ibundanya ”ma... belikan adek baju baru dong” si ibupun menjawab dengan lugas ”ya pasti mama belikan yang paling bagus”... dan banyak lagi permintaan lain yang dipintanya semua terkabulkan karena kemewahan dan kekayaan yang mereka miliki.
Sementara disisi lain seorang anak yatim piatu tanpa ayah dan ibu, ayah dan ibunya meninggal karena Musibah ketika hari raya tiba mereka hanya bisa menghadiri pusara ayah dan ibunya dengan semangat sambil membacakan al Fatihah sebagai dedikasi cinta kepada kedua orang tuanya, sembari mengucapkan diatas pusara ayahnya : ” Yah... kawan-kawan sekarang lagi asik dengan lebaran, makan sate daging, pizza dan lain-lain maukan ayah belikan adek juga... yang diterima hanyalah tiupan angin sepoi-sepoi, lalu berlanjut ke pusara ibundanya sambil bergumam : ”mak... baju adek sudah jelek mak, maukan mak belikan adek baju baru, kawan-kawan adek pake baju baru semua” tiada sedikitpun jawaban yang diterima namun si-anak tetap bahagia walau hampa tanpa jawaban. SubhanaLLAH wa AstaghfiruLLAH. Maka melalui Ibadah Qurban yang kita bagikan, Zakat Mal, Infaq, Shadaqah dan bantuan yang telah kita tunaikan bisa menjadi penyambung silaturahim dan perwujudan nilai kepekaan bagi diri kita dalam kehidupan bermasyarakat untuk dapat memahami bagaimana susahnya anak yatim, fakir dan miskin dan orang yang tertimpa musibah melawan jalan kehidupan yang penuh duri ini.
 
الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحمد
Jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah
Namun apa yang kita saksikan dewasa ini. Jiwa pengorbanan pada banyak kalangan telah digeser oleh semangat atau nafsu mengorbankan orang lain. Perhatikan saja kemelut di layar kaca dirumah kita, Perang terbuka di  media massa, baik itu korupsi, tuduh menuduh, kemaksiatan dan juga Berbagai Ujian, Cobaan atau Bahkan mungkin Azab datang terus silih berganti mulai dari kemarau yang berkepanjangan, kabut asap dan krisis ekonomi Naudzubillah. Semua dikarenakan Ulah tangan dan kelalaian manusia, semoga semua itu membuat kita sadar untuk segera bertaubat dan kembali ke Jalan Allah SWT. Firman Allah dalam QS al-Ruum 41 :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Kini Allah SWT memanggil kita, menuntut ketaatan total kita kepada-Nya. Ketaatan itu menuntut kita untuk berkorban; mengorbankan apa saja yang kita miliki demi menggapai ridha-Nya. Hanya dengan pengorbanan demi ketaatan itulah, kita akan meraih kembali kemuliaan hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat. Ingatlah, wahai kaum Muslim, bahwa untuk itulah Nabi bersumpah tidak akan pernah mundur walau selangkah, sampai Islam menang atau baginda saw binasa:
وَاَللّهِ لَوْ وَضَعُوا الشّمْسَ فِي يَمِينِي، وَالْقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هَذَا الأَمْرَ حَتّى يُظْهِرَهُ اللّهُ أَوْ أَهْلِكَ فِيهِ مَا تَرَكْتُهُ
”Demi Allah, andai saja mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, (lalu mereka minta) agar aku meninggalkan urusan (agama) ini, maka demi Allah, sampai urusan (agama) itu dimenangkan oleh Allah, atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya.” (Hr. Ibn Hisyam)

Jama’ah Idul Adha yang dirahmati Allah. Seseorang menjadi besar karena jiwanya besar. Tidak ada jiwa besar tanpa jiwa yang punya semangat berkorban. Berkat  رُوْحُ البَذْلِ وَ التَّضْحِيَةِ وَالمُجَاهَدَةِ (ruhul badzli wal tadlhiyah wal mujahadah) atau spirit berbagi, berkorban dan berjuang, ummat ini telah menjadi ummat yang besar, bergengsi dan disegani dunia dalam sejarahnya. Mari Juga semangat Berqurban kita bersama mewujudkan dan  memilih pemimpin atau imam yang sejati, berakhlaq mulia, sabar dan berilmu, pemimpin yang mampu mendamaikan, mensejahterakan dan menyatukan Ummat, Pemimpin yang mampu memimpin bangsa dan maju terdepan juga dalam menyatukan kesempurnaan Agama.

الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحمد
Hadirin jamaah Idul Adha Saudaraku rahimakumullah
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk mengabdi dan beribadah kepada NYA secara total sebagai wujud refleksi terhadap pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam. serta mewujudkan JAMBI yaitu Jadikan Alqur’an Membangun Bangsa Indonesia Amin Allahumma Amin
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ.
 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Ust H Hasbullah Ahmad
Pimpinan Pesantren Terpadu Dar al-Masaleh Jambi
Dosen Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi
081366174429 eMail : hasbullahdoseniain@gmail.com

Senin, 15 Juni 2015

Khutbah Jumar Tarhib Ramadhan 1436 H

KHUTBAH JUMAT

TARHIB RAMADHAN 1436 H
Ust H Hasbullah Ahmad
 الحمدُ لله معطي الجزيلَ لمنْ أطاعه ورَجَاه، وشديد العقاب لمن أعرضَ عن ذكره وعصاه، اجْتَبَى من شاء بفضلِهِ فقرَّبَه وأدْناه، وأبْعَدَ مَنْ شاء بعَدْلِه فولاَّه ما تَولاَّه، أنْزَل القرآنَ رحمةً للعالمين ومَنَاراً للسالِكين فمنْ تمسَّك به نال منَاه، ومنْ تعدّى حدوده وأضاع حقُوقَه خسِر دينَه ودنياه، أحْمدُه على ما تفضَّل به من الإِحسانِ وأعطاه، وأشْكره على نِعمهِ الدينيةِ والدنيويةِ وما أجْدَرَ الشاكرَ بالمزيدِ وأوْلاه،  وأصلِّي وأسَلِّم على نبينا محمدٍ عبدِه ورسولِه المُصْطَفَى وأشهد أنْ لا إِله إلاَّ الله وحده لا شريك له الكاملُ في صفاتِهِ المتعالي عن النُّظَراءِ والأشْباءه، وأشهد أنَّ محمداً عبدُه ورسولُه الَّذِي اختاره على البشر واصْطفاه، صلَّى الله عليه وعلى آلِهِ وأصحابه والتابعينَ لهم بإِحسانٍ ما انْشقَّ الصبحُ وأشْرقَ ضِياه، وسلَّم تسليماً كَثِيْرًا. أمَّابَعْدُ  فيا ايها الناس اتقوالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.
Jama’ah Jumah saudaraku yang dirahmati Allah.
Seluruh umat Islam kini menyerukan 'Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan", selamat datang Ramadhan, Selamat datang Ramadhan. Di masjid-masjid, musholla, koran-koran, stasiun televisi dan radio dan berbagai mailing list, ungkapan selamat datang Ramadhan tampil dengan berbagai ekpresi yang variatif. Setiap media telah siap dengan dengan sederet agendanya masing-masing. Ada rasa gembira, ke-khusyu'-an, harapan, semangat dan nuansa spiritualitas lainnya yang sarat makna untuk diekpresikan. Itulah Ramadhan, bulan yang tahun lalu kita lepas kepergiannya dengan linangan air mata, kini datang kembali.
            Takwa merupakan tujuan utama disyariatkannya puasa Ramadan.
لعلكم تتقون Inilah motivasi dasar dari segala bentuk ritual Ramadan. Kaum muslimin hendaknya mempunyai tujuan yang sama , untuk bersama-sama menjalankan ibadah (puasa) agar mencapai puncak rohaniah yang tertinggi dan termulia di sisi Allah swt. Untuk apa menjadi pejabat jika mempermudah kita berlumur dosa? Untuk apa menjadi konglomerat jika hanya akan menyengsarakan kehidupan kita di dunia dan akhirat?. SubhanaLLAH indah dan Nikmat bila kita menjadi pejabat dan konglomerat yang Taqwa.
            Ramadan tahun ini adalah kesempatan bagi kita untuk berlomba-lomba mencapai tingkatan takwa dan menjadi waktu terbaik pembersih dosa. Kita sekarang sedang mengalami defisit takwa. Orang yang bertakwa jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang jahat, kotor, dan tak bermoral. Naudzu biLLAH

Jama’ah Jumah yang dirahmati Allah.
Ramadhan berkah menjadi tempat kita mensucikan diri dari dosa-dosa yang hinggap dalam diri dan jiwa kita karena bulan Ramadhan juga dikenal dengan شهر المغفرة (bulan ampunan) sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadisnya :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَ إحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Sesiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan mendirikan malamnya dengan Iman dan Muhasabah, diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu" (HR Bukhari dan Muslim)
            Kita mesti Ingat bahwa Allah SWT Maha Pengampun dan Penerima Taubat, apalagi di bulan Ramadhan yang berkah nanti. Allah SWT berfirman :
قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba'Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
            Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan kita? Tampak bahwa Allah sengaja menyapa manusia dengan kalimat "Wahai hamba-hamba-Ku..." Adapun tujuannya, tak lain adalah menyatukan hati para hamba-Nya dan menyentuh perasaan mereka agar mendengarkan ayat tersebut dengan baik. Setelah itu, terlihat bahwa Allah SWT mengkhususkan firman-Nya itu untuk orang-orang yang melampaui batas. Itu dilakukan oleh Allah SWT karena mereka merupakan golongan manusia yang paling banyak melakukan dosa dan kesalahan. Nah, bagaimana dengan kita yang tentu saja juga sering melakukan dosa dan kesalahan? NaudzubiLLAH wa NastaghfiruLLAH

Dalam ayat tersebut, Allah juga melarang hamba-Nya berputus asa dalam memohon ampunan Allah. Allah mengabarkan pula bahwa Dia akan mengampuni siapa saja yang bertobat kepada-Nya, baik dari dosa-dosa kecil maupun yang besar. Tidakkah kita merasa gembira dan bahagia dengan firman Allah SWT,
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
{Dan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu, sedang mereka mengetahui.}(QS. Ali 'Imran: 135)

Juga firman-Nya,
وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللهَ يَجِدِ اللهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
{Dan, barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.}(QS. An-Nisa': 110)

Firman-Nya yang lain,
إِن تَجْتَنِبُوا كَبَآئِرَ مَاتُنْهَوْنَ عَنْهَ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلاً كَرِيماً
{Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu) yang kecil dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).}(QS. An-Nisa': 31)
Allah pun berfirman,
وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوا أَنفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا
{Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.}(QS. An-Nisa': 64)
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
{Dan, sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal salih, kemudian tetap di jalan yang benar.}(QS. Thaha: 82)
            Dan banyak lagi dalil yang membuktikan bahwa Allah SWT Maha Pengampun. Singkatnya, selama hamba itu bertaubat, meminta ampunan dan menyesali perbuatannya, maka Allah akan mengampuninya. SubhanaLLAH…

Jama’ah Jumah saudaraku yang dirahmati Allah.
Maka dalam rangka membersihkan diri dari dosa dan mencapai tingkat Taqwa, Yang paling penting kita lakukan dalam menyambut bulan Ramadhan tentunya adalah bagaimana kita merancang langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksi nilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya. Jadi, bukan hanya melulu mikir menu untuk berbuka puasa dan sahur saja. Namun, kita sangat perlu menyusun menu rohani dan ibadah kita. Tentunya, kita harus menyusun menu ibadah di bulan suci ini dengan kualitas yang lebih baik daripada hari-hari biasa. Dengan begitu kita benar-benar dapat merayakan kegemilangan bulan kemenangan ini dengan lebih mumpuni. Insya Allah...
            Ramadhan adalah bulan penyemangat. Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap muslim. Ramadhan sebagai 'Shahrul Ibadah' harus kita maknai dengan semangat pengamalan ibadah yang sempurna. Ramadhan sebagai 'Shahrul Fath' (bulan kemenangan) harus kita maknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. Ramadhan sebagai "Shahrul Huda" (bulan petunjuk) harus kita implementasikan dengan semangat mengajak kepada jalan yang benar, kepada ajaran Al-Qur'an dan ajaran Nabi Muhammad Saw. Ramadhan sebagai "Shahrus-Salam" harus kita maknai dengan mempromosikan perdamaian dan keteduhan. Ramadhan sebagai 'Shahrul-Jihad" (bulan perjuangan) harus kita realisasikan dengan perjuangan menentang kedzaliman dan ketidakadilan di muka bumi ini. Ramadhan sebagai "Shahrul Maghfirah" harus kita hiasi dengan meminta dan memberikan ampunan.

Jama’ah Jumah saudaraku yang dirahmati Allah.
Semoga, hikmah-hikmah puasa dan keutamaan-keutaman Ramadhan yang akan datang, dapat kita jadikan media untuk bermuhasabah. Hikmah-hikmah puasa dan Ramadhan yang sedemikian banyak dan mutidimensional, mengartikan bahwa ibadah puasa juga multidimensional. Semoga dengan mempersiapkan diri kita secara baik dan merencanakan aktifitas dan ibadah-ibadah dengan ikhlas, serta berniat "liwajhillah wa limardlatillah", karena Allah dan karena mencari ridha Allah, kita akan mendapatkan dua kebahagiaan tersebut, yaitu "sa'adatud-daarain" kebahagiaan dunia dan akherat. Semoga kita bisa mengisi Ramadhan tidak hanya dengan kuantitas harinya, namun lebih dari pada itu kita juga memperhatikan kualitas puasa kita. Semoga Allah memberikan taufikNya kepada kita semua untuk melaksanakan amal shaleh dan menjauhi larangNya, serta menguatkan kita untuk berpegang pada kebenaran sepanjang hayat di kandung badan. Sehingga kita dapat menjumpai Ramadhan 1435 H dengan sempurna. Insya Allah Amin Ya Rabbal Alamin.
ياايها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ 
* Ust H Hasbullah Ahmad adalah Pendiri Yayasan Pesantren Terpadu Dar al-Masaleh Jambi, Direktur Qur’an Hadist Learning Center of Jambi, Penasehat dan Pembina Qur’an Integrated School of Dar al-Masaleh dan QUHAS Kindergarten, Dosen Tetap Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. CP : 081366174429